Taharrau Lailatul Qadr

Dalam suasana Ramadhan yang kian menginjak hari, keletihan berpuasa mungkin sudah tidak berapa terasa jika dibandingkan dengan hari-hari awal berpuasa kerana badan sudah terbiasa. Namun, sebaiknya pada hari-hari yang terakhir ini, digiatkan lagi ibadah wajib dan sunat untuk menghiasi amalan peribadi. Mendengarkan satu hadis yang bermaksud, “Jibril datang kepadaku dan berkata, ‘Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan: Amin!. Aku pun mengatakan: Amin! “ (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya) , tentunya hati merasa gentar. Gentar jika diri kita masih belum mendapat pandangan rahmat supaya diampunkan dosa2 kita.

Maka, sebaik mungkin, marilah kita berusaha untuk memanfaatkan mala-malam terakhir di bulan mulia yang penuh kemuliaan ini. Mungkin inilah hikmahnya Allah menurunkan Lailatul Qadr pada penghujung Ramadhan, bukan di awal Ramadhan. Tatkala hati sudah terbuai keseronokan untuk berhari Raya, meraikan kemenangan sebulan berpuasa dan menahan diri daripada lapar dan dahaga, Allah beri lagi keistimewaan kepada hamba-hambaNya yang tekun beribadah sehingga ke akhir masa dengan malam yang lebih baik daripada 1000 bulan.

Akhir kata, selamat beribadah. Moga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua, memasukkan kita ke dalam syurga dan menjauhkan kita daripada azab neraka. Perbanyakkan mengucapkan doa ini, sepertimana yang diajarkan oleh Rasulullah saw kepada isterinya, Aisyah dalam mencari malam Lailatul Qadr.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s